![]() |
| Kedai Kopi Wetan Kalen Diresmikan, Jadi Simbol Tumbuhnya Ekonomi Kreatif Berbasis Desa |
Kehadiran kedai kopi ini mencerminkan perubahan paradigma masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi. Di tengah tren gaya hidup modern, kedai kopi kini tidak lagi sekadar tempat menikmati minuman, melainkan telah berkembang menjadi ruang interaksi sosial, diskusi, serta wadah lahirnya ide-ide kreatif.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis lokal. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi dari tingkat bawah.
“Keberadaan Kedai Kopi Wetan Kalen ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat, khususnya di Kecamatan Kemiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya menggali dan mengembangkan potensi lokal sebagai upaya menciptakan kemandirian ekonomi. Ia berharap kehadiran kedai ini dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk berani berinovasi dan menciptakan peluang usaha.
Sementara itu, pemilik Kedai Kopi Wetan Kalen, Cholid Abdilah, menyampaikan bahwa kedai yang dirintisnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan juga sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda dan pelaku kreatif di wilayah Kemiri.
“Kami ingin menghadirkan tempat yang tidak hanya nyaman untuk berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi, berkreasi, dan mengembangkan ide,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konsep kedai mengusung nuansa lokal, baik dari segi desain maupun produk yang ditawarkan. Bahan baku kopi yang digunakan berasal dari petani lokal di wilayah Kabupaten Purworejo, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam peresmian tersebut. Warga setempat turut hadir memadati lokasi, bahkan tetap bertahan meskipun diguyur hujan, untuk menyaksikan rangkaian acara yang dimeriahkan dengan pentas seni jaran kepang “Krido Budoyo”.
Peresmian Kedai Kopi Wetan Kalen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat desa, sekaligus memperkuat sinergi antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (nj)


