Iklan

Merti Desa Purbayan Jadi Simbol Syukur, Budaya, dan Gotong Royong Warga dalam Menjaga Arah Pembangunan Desa

KABAR KEMIRI
Kamis, 15 Januari 2026, 09:53 WIB Last Updated 2026-01-15T02:53:54Z

Merti Desa Purbayan Jadi Simbol Syukur, Budaya, dan Gotong Royong Warga dalam Menjaga Arah Pembangunan Desa

KEMIRI – Tradisi Merti Desa di Desa Purbayan, Kecamatan Kemiri, bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan cerminan kuatnya nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian warga terhadap arah pembangunan desa. Melalui Gatraning Indriyo Aruming Bumi Merti Desa dan Selamatan Pembangunan Pengaspalan Jalan, masyarakat meneguhkan kembali harmoni antara budaya, spiritualitas, dan kemajuan infrastruktur, Rabu (14/1/2025).


Dengan mengusung tema Mrantasi Karyo Rahayu Kang Sinedya, Merti Desa menjadi ruang perjumpaan antara warga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah dalam suasana guyub rukun. Jalan desa yang telah selesai diaspal tidak hanya dipandang sebagai sarana fisik, tetapi juga simbol terbukanya akses ekonomi, sosial, dan pariwisata desa.


Kepala Desa Purbayan, Budiyanto, menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak akan bermakna tanpa dukungan dan kebersamaan masyarakat. Ia menyebut selesainya pengaspalan jalan sebagai hasil sinergi warga dan pemerintah yang patut disyukuri bersama.


“Jalan ini adalah milik bersama. Harapannya, membawa manfaat ekonomi, kelancaran aktivitas warga, serta keberkahan bagi siapa pun yang melintas,” ujarnya.


Merti Desa juga menjadi momentum bagi warga untuk menyuarakan harapan lanjutan, khususnya akses jalan menuju Jleker yang dinilai strategis sebagai jalur penunjang desa wisata. Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka dan santun, mencerminkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan.


Kehadiran Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersama jajaran OPD dan Forkopimcam Kemiri semakin menguatkan makna Merti Desa sebagai jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah. Dalam suasana kultural tersebut, komitmen pembangunan disampaikan sebagai ikhtiar bersama yang memerlukan doa, kesabaran, dan kebersinambungan.


Melalui Merti Desa, warga Purbayan menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari beton dan aspal, tetapi juga dari lestarinya tradisi, kuatnya persatuan, serta tumbuhnya harapan bersama menuju desa yang makmur dan berdaya. (nj)

Komentar

Tampilkan

  • Merti Desa Purbayan Jadi Simbol Syukur, Budaya, dan Gotong Royong Warga dalam Menjaga Arah Pembangunan Desa
  • 0