![]() |
| Sejarah dan Profil Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo |
Sejarah Kecamatan Kemiri tidak dapat dipisahkan dari sejarah desa-desa yang membentuknya. Sejumlah desa di wilayah ini menyimpan jejak panjang perjalanan sejarah, mulai dari masa kerajaan kuno, penjajahan kolonial, hingga masa pembentukan wilayah administratif modern.
Bukti pemukiman kuno menunjukkan bahwa wilayah Kemiri telah dihuni sejak masa Kerajaan Medang atau Mataram Kuno sekitar abad ke-10 Masehi. Hal ini menegaskan bahwa Kemiri merupakan bagian penting dari kawasan Purworejo yang telah berkembang sejak masa awal peradaban Jawa Tengah.
Pada masa penjajahan Belanda, desa-desa di Kecamatan Kemiri menjadi saksi berbagai perlawanan rakyat. Desa Kalimeneng, misalnya, menyimpan peninggalan berupa bendungan yang dibangun pada tahun 1839, yang menjadi saksi bisu aktivitas kolonial sekaligus perjuangan masyarakat setempat. Selain itu, wilayah Keongan (kini Desa Rejosari) juga dikenal sebagai lokasi pertempuran melawan penjajah Belanda.
Nama desa di Kemiri juga mencerminkan dinamika sosial masyarakat pada masa penjajahan. Desa Rebug berasal dari kata rembug atau rembugan, yang merujuk pada tradisi musyawarah warga dalam menyikapi tekanan dan kebijakan kolonial. Tradisi ini mencerminkan kuatnya budaya gotong royong dan demokrasi lokal sejak masa lampau.
Secara keseluruhan, sejarah Kecamatan Kemiri merupakan cerminan sejarah Kabupaten Purworejo itu sendiri—ditandai oleh perjuangan rakyat, perubahan wilayah, serta kekayaan peninggalan budaya dan sejarah yang masih dapat dijumpai hingga kini.
Letak Geografis dan Kondisi Wilayah
Kemiri adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan ini terletak di bagian barat laut pusat Kabupaten Purworejo, dengan jarak sekitar 25 kilometer dari ibu kota kabupaten melalui jalur Kutoarjo.
Kecamatan Kemiri memiliki luas wilayah sekitar 85 km². Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah penduduk Kecamatan Kemiri tercatat sebanyak 50.611 jiwa. Pusat pemerintahan dan perekonomian kecamatan berpusat di Desa Kemiri Kidul dan Desa Kemiri Lor.
Secara topografis, wilayah Kecamatan Kemiri terbagi menjadi dua karakter utama:
Bagian utara berupa daerah perbukitan dengan ketinggian mencapai lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Bagian selatan merupakan dataran rendah dengan ketinggian sekitar 12 mdpl.
Titik tertinggi Kecamatan Kemiri berada di sekitar Desa Purbayan dan Desa Girijoyo.
Kecamatan Kemiri beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Suhu udara pada siang hari berkisar antara 24–33 derajat Celsius. Beberapa sungai yang melintasi wilayah Kecamatan Kemiri antara lain Sungai Jali, Sungai Kedunggupit, Sungai Lamat, Sungai Kaliurip, dan Sungai Kalijurang, yang berperan penting dalam kehidupan pertanian dan ekosistem setempat.
Wilayah Administratif
Kecamatan Kemiri terdiri dari 40 desa, yaitu:
1. Bedono Kluwung
2. Bedono Pageron
3. Dilem
4. Gedong
5. Gesikan
6. Girijoyo
7. Girimulyo
8. Gunungteges
9. Jatiwangsan
10. Kaliglagah
11. Kalimeneng
12. Kaliurip
13. Kapiteran
14. Karangduwur (Bedono)
15. Karangluas
16. Kedung Pomahan Kulon
17. Kedung Pomahan Wetan
18. Kedunglo
19. Kemiri Kidul
20. Kemiri Lor
21. Kasiyatun
22. Kroyo Kulon
23. Kroyo Lor
24. Loning
25. Paitan
26. Purbayan
27. Rebug
28. Rejosari
29. Rejowinangun
30. Rowobayem
31. Samping
32. Sidodadi
33. Sokogelap
34. Sutoragan
35. Turus
36. Waled
37. Wanurojo
38. Winong
39. Wonosari
40. Wonosuko
(nj)


