Iklan

Tujuh Tahun Bertahan: Pasar Inis Merawat Budaya dan Ketangguhan Lewat Festival Tumpeng Telang #7

KABAR KEMIRI
Minggu, 04 Januari 2026, Januari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-01-04T14:12:14Z

Tujuh Tahun Bertahan: Pasar Inis Merawat Budaya dan Ketangguhan Lewat Festival Tumpeng Telang #7

PURWODADI – Festival Tumpeng Telang #7 di Pasar Inis Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Minggu (4/1/2025), bukan hanya perayaan ulang tahun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi penanda ketangguhan sebuah ruang ekonomi rakyat yang tumbuh, jatuh, bangkit, dan terus hidup selama tujuh tahun berkat kebersamaan.

Di tengah arak-arakan Tumpeng Telang Rayahan Hasil Bumi dan ragam pertunjukan seni tradisi, Pasar Inis menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak selalu lahir dari kemewahan, melainkan dari konsistensi dan rasa memiliki. Pasar yang sejak awal mengusung nasi telang sebagai identitas ini tetap berdiri meski berkali-kali menghadapi keterbatasan fisik dan tantangan jumlah pengunjung.


Sesepuh Pasar Inis, Rianto Purnomo, menilai usia tujuh tahun merupakan pencapaian besar bagi pasar komunitas yang bertumpu pada semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa kekuatan Pasar Inis justru terletak pada para pedagangnya yang tidak menyerah oleh kondisi.


“Ramai atau sepi, para penjual tetap datang dan berjualan. Itu bukan hal biasa. Dari situlah Pasar Inis bisa bertahan sampai hari ini,” ungkapnya.


Festival tahun ini juga memberi penekanan khusus pada regenerasi budaya. Keterlibatan anak-anak dalam arak-arakan dan pentas seni seperti Tari Kelinci, Tari Jaran Bolong, hingga Tari Ndolalak menjadi cara Pasar Inis menanamkan nilai budaya tanpa paksaan.


“Budaya tidak bisa dipaksakan, harus dikenalkan pelan-pelan. Melihat anak-anak begitu ceria dalam festival ini, bagi saya itu pencapaian besar,” tambah Rianto.


Lebih jauh, Pasar Inis dipotret sebagai ruang belajar bersama. Tanpa proposal besar atau dukungan formal yang kaku, pengelola dan pedagang memilih jalan kerja kolektif. Ketika bangunan ambruk, mereka membangunnya kembali bersama. Ketika menghadapi kesulitan, mereka tidak saling menyalahkan.


Ketua Paguyuban Pasar Inis, Ester, menyampaikan bahwa keberlanjutan Pasar Inis hingga tahun ketujuh tidak lepas dari dukungan masyarakat dan doa banyak pihak. Baginya, Festival Tumpeng Telang bukan hanya simbol syukur, tetapi pengingat bahwa kebersamaan adalah fondasi utama.


“Kami bersyukur masih bisa berdiri sampai hari ini. Banyak tantangan yang kami hadapi, tapi dengan bersatu, kami bisa terus melangkah,” ujarnya.


Festival Tumpeng Telang #7 pun menjadi refleksi bahwa Pasar Inis bukan sekadar tempat jual beli, melainkan ruang sosial dan budaya yang hidup. Di sanalah rasa syukur diwujudkan bukan hanya lewat tumpeng, tetapi melalui ketekunan, solidaritas, dan keyakinan bahwa kerja bersama mampu menjaga harapan tetap menyala. (nj)

Komentar

Tampilkan

  • Tujuh Tahun Bertahan: Pasar Inis Merawat Budaya dan Ketangguhan Lewat Festival Tumpeng Telang #7
  • 0