![]() |
| Ratusan Nahdliyin Turus Perkuat Khidmah Jam’iyyah melalui Selapanan Nariyahan Ahad Kliwon |
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat spiritualitas melalui pembacaan sholawat dan doa bersama, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi organisasi serta mempererat hubungan antara pengurus ranting, jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kemiri, dan masyarakat.
Sejumlah pengurus MWC NU Kemiri turut hadir, di antaranya Kyai Ali Maftuh selaku Mustasyar MWC NU Kemiri, Kyai Abdul Hakim selaku Wakil Rais, Kyai Rifai selaku Wakil Ketua, Aan Muta'alim dari unsur anggota bidang, serta M. Rofiq Murtaji selaku sekretaris.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, dan tahlil yang dipimpin oleh KH. Hasan. Suasana religius semakin terasa ketika jamaah mengikuti pembacaan Shalawat Al-Barzanji dan Mahallul Qiyam yang dipandu oleh Kyai Kholiludin.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan secara bersama-sama. Momen ini menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap agama, organisasi, dan tanah air merupakan bagian penting dalam kehidupan warga Nahdliyin.
Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Turus sekaligus perwakilan panitia, Kyai Nasrudin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah serta jajaran pengurus MWC NU Kemiri.
Ia mengajak warga Nahdliyin untuk semakin aktif mengikuti kegiatan ke-NU-an di tingkat ranting. Partisipasi jamaah, menurutnya, menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan organisasi di tengah masyarakat.
Wakil Rais MWC NU Kemiri, Kyai Abdul Hakim, menyampaikan terima kasih kepada PRNU Desa Turus atas konsistensinya menyelenggarakan kegiatan selapanan sebagai agenda rutin warga Nahdliyin.
![]() |
| Ratusan Nahdliyin Turus Perkuat Khidmah Jam’iyyah melalui Selapanan Nariyahan Ahad Kliwon |
Ia menjelaskan bahwa kehadiran jajaran MWC NU Kemiri merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi, membersamai kegiatan di tingkat ranting, serta memberikan pendampingan organisasi agar khidmah jam’iyyah dapat berjalan secara berkesinambungan.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga kekompakan dan mengambil peran aktif dalam mengembangkan NU di Kecamatan Kemiri.
Melalui komunikasi yang terjalin dalam kegiatan rutin seperti ini, diharapkan hubungan antara MWC NU dan PRNU semakin erat sehingga berbagai program keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi warga.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Desa Turus, Heri Wahyu Tri Prasetyo. Ia menyambut positif konsistensi warga dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang turut memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan secara bersama-sama demi mendukung kemajuan Desa Turus.
Sinergi antara organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa diharapkan terus terpelihara sebagai modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan saling peduli.
Puncak kegiatan diisi dengan mau'idhah hasanah yang disampaikan oleh Mustasyar MWC NU Kemiri, Kyai Ali Maftuh. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan sejumlah ciri orang yang mengharapkan surga, di antaranya gemar bersedekah serta memiliki rasa cinta dan ketundukan kepada para ulama.
Pesan tersebut mengajak jamaah untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian kepada sesama, penghormatan terhadap ulama, serta kesediaan berbagi melalui sedekah menjadi bagian dari upaya membangun pribadi yang berakhlak dan bermanfaat bagi masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan Selapanan Nariyahan Ahad Kliwon kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Kyai Ali Maftuh.
Melalui kegiatan ini, PRNU Desa Turus bersama MWC NU Kemiri berharap tradisi keagamaan, semangat persaudaraan, dan komitmen berkhidmah warga Nahdliyin terus terjaga. Selapanan tidak hanya menjadi agenda rutin untuk memperkuat hubungan spiritual, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat ukhuwah, memperkokoh organisasi, dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. (NJ)


.jpeg)
