Iklan

Dari Pekarangan Rumah Menuju Kemandirian Ekonomi, Ketua MWCNU Kemiri Bahas Penguatan UMKM Nahdliyin di Desa Rebug

KABAR KEMIRI
Selasa, 13 Oktober 2026, 23:39 WIB Last Updated 2026-10-13T16:39:56Z

Dari Pekarangan Rumah Menuju Kemandirian Ekonomi, Ketua MWCNU Kemiri Bahas Penguatan UMKM Nahdliyin di Desa Rebug

KEMIRI – Penguatan ekonomi umat dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga dengan mengoptimalkan potensi yang tersedia. Semangat tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kunjungan Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kemiri, KH. Muhajir Khomsun, ke Desa Rebug, Kabupaten Purworejo.


Dalam kunjungan tersebut, KH. Muhajir Khomsun bersilaturahmi ke kediaman Fajar Alwani, Wakil Ketua Bidang Ekonomi, Pertanian, dan Kewirausahaan MWCNU Kemiri. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi untuk menggali gagasan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kalangan Nahdliyin.


Pembahasan tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha dalam skala besar, tetapi juga menyentuh langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh keluarga di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Salah satu gagasan yang mengemuka ialah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai warung hidup.


Konsep warung hidup dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti sayuran, cabai, dan tanaman bumbu dapur. Selain membantu menyediakan bahan pangan bagi keluarga, langkah ini juga berpotensi mengurangi pengeluaran rumah tangga serta mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.


Gagasan tersebut sejalan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi dari lingkup terkecil. Dengan pengelolaan yang terencana, pekarangan rumah tidak sekadar menjadi ruang kosong, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat yang mendukung ketahanan pangan keluarga.


Selain pemanfaatan pekarangan, diskusi juga menyoroti peluang pengembangan peternakan ayam skala rumah tangga melalui pengelolaan sumber daya yang tersedia. Sisa makanan menjadi salah satu hal yang dibahas sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah rumah tangga, dengan tetap memperhatikan pemilahan bahan dan keamanan pakan ternak.


Pengembangan peternakan ayam yang dikelola secara tepat berpotensi menghasilkan telur maupun daging untuk kebutuhan keluarga dan, apabila terdapat kelebihan produksi, dapat menjadi sumber tambahan pendapatan. Namun, keberhasilannya tetap memerlukan perencanaan, pemeliharaan yang baik, serta pengelolaan biaya dan kesehatan ternak.


Melalui diskusi tersebut, berbagai gagasan pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kemampuan warga. Pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sumber daya rumah tangga, serta pengembangan usaha produktif skala kecil dapat menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.


Kunjungan ini sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi antara jajaran pengurus MWCNU Kemiri, khususnya bidang ekonomi, pertanian, dan kewirausahaan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya program-program pemberdayaan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi lokal.


Bagi MWCNU Kemiri, penguatan ekonomi Nahdliyin merupakan bagian dari ikhtiar khidmah yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan warga. Dengan semangat kebersamaan, potensi di sekitar rumah diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat bagi keluarga dan lingkungan. (nj)

Komentar

Tampilkan

  • Dari Pekarangan Rumah Menuju Kemandirian Ekonomi, Ketua MWCNU Kemiri Bahas Penguatan UMKM Nahdliyin di Desa Rebug
  • 0