Iklan

Warga Ketaon Lestarikan Tradisi Walimahan dalam Peringatan Maulid Nabi

Lathif Mandala P
Minggu, 16 Agustus 2026, 21:29 WIB Last Updated 2026-08-16T14:29:48Z

Warga Ketaon Lestarikan Tradisi Walimahan dalam Peringatan Maulid Nabi


KEMIRI — Warga Dusun Ketaon, Desa Girijoyo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, kembali melestarikan tradisi walimahan atau tasyakuran dalam rangka menyambut bulan Rabi'ul Awal 1448 Hijriah. Tradisi tersebut dipadukan dengan pengajian dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Ishlah Ketaon, Ahad (16/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung di kompleks Masjid Miftahul Ishlah Ketaon itu diikuti ratusan warga dan tamu undangan. Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.


Kepala Desa Girijoyo, Turahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk antusiasme warga Dusun Ketaon dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.


“Ini merupakan antusiasme warga masyarakat Dusun Ketaon dalam rangka menyambut bulan Rabi'ul Awal 1448 H. Kami menyelenggarakan PHBI sekaligus walimahan dengan mengundang warga desa sekitar dan sejumlah tamu undangan,” ujar Turahman.


Tradisi walimahan dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyediaan makanan yang disantap dan dibagikan kepada masyarakat. Salah satunya berupa ingkung dan berbagai jajanan tradisional yang menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur serta kegembiraan warga dalam menyambut Maulid Nabi.


Salah satu warga, Aan Muta'alim, menjelaskan bahwa walimahan merupakan bentuk tasyakuran sekaligus ekspresi kegembiraan masyarakat dalam menyambut bulan Maulid Nabi.


“Isinya walimah atau tasyakuran, ada makanan, ingkung dan beberapa jajanan. Ini sebagai bentuk mengekspresikan kegembiraan warga dalam menyambut bulan Maulid Nabi. Tradisi Maulidan ini menjadi bagian dari PHBI di Masjid Miftahul Ishlah Ketaon,” ungkapnya.


Pengajian tersebut menghadirkan KH. Sahnun Thoifur dari Kedungsari, Purworejo, sebagai penceramah utama. Sejumlah tokoh agama dan pemerintahan turut hadir, di antaranya Kyai Yusuf Arifin Mlaran, KH. Nasrul Aziz Masduqi Jatiwangsan, Forkopimcam Kemiri, Kepala KUA Kemiri, Kepala Desa Palanggedang, para kyai dan ustaz, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.


Dalam tausiyahnya, KH. Sahnun Thoifur menyampaikan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa misi penting bagi umat manusia, salah satunya memperbaiki akhlak.


Menurutnya, akhlak menjadi bagian penting dalam kehidupan karena menjadi landasan dalam membangun hubungan yang baik antarsesama manusia maupun dengan lingkungan. Dengan akhlak yang baik, kehidupan bermasyarakat diharapkan dapat berjalan dengan penuh kedamaian dan ketenteraman.


Sementara itu, Camat Kemiri Bambang Supriatno menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Ia berharap kegembiraan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk meneladani kehidupan dan sunnah beliau.


“Kegiatan ini merupakan bentuk syukur. Salah satunya dengan bergembira dan bersemangat dalam memaknai hari lahir Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya peringatan Maulid ini, semoga menjadi momentum bagi kita semua untuk senantiasa meneladani dan mengikuti sunnah-sunnah Nabi,” kata Bambang.


Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tradisi walimahan yang menyertai peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga menjadi wadah berbagi kebahagiaan dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.


Warga berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Lebih dari sekadar seremoni, peringatan Maulid Nabi diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal akhlak, kepedulian, kebersamaan, dan kerukunan.

Komentar

Tampilkan

  • Warga Ketaon Lestarikan Tradisi Walimahan dalam Peringatan Maulid Nabi
  • 0