![]() |
| Jamasan Tosan Aji Purworejo 2026: Menjaga Denyut Budaya Lintas Generasi |
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo melalui Museum Tosan Aji tersebut dibuka langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, didampingi Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang harus terus didukung melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan secara berkelanjutan.
“Kabupaten Purworejo memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Purworejo yang selama ini tetap konsisten menjaga dan merawat berbagai tradisi serta warisan budaya leluhur. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi kunci agar nilai-nilai budaya daerah tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, Bupati mengaku bangga melihat keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya. Hal tersebut tercermin dari penampilan Tari Kreasi yang dibawakan siswa-siswi SMP Negeri 4 Purworejo sebagai bagian dari rangkaian acara.
“Penampilan Tari Kreasi dari anak-anak SMP Negeri 4 Purworejo menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku sekaligus pewaris budaya bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, momentum Tahun Baru Jawa 1960 Saka diharapkan menjadi sarana refleksi untuk memperkuat semangat gotong royong, menjaga persatuan dan kerukunan, serta menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi dalam mewujudkan Kabupaten Purworejo yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur budaya daerah.
“Semoga kegiatan Jamasan Tosan Aji Tahun 2026 ini membawa berkah, keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Setiyono, SE., M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan jamasan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tidak hanya bertujuan merawat pusaka atau tosan aji, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Menurutnya, melalui kegiatan ini masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai sejarah dan filosofi yang terkandung dalam warisan budaya leluhur sehingga tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikannya.
Rangkaian Jamasan Tosan Aji Tahun 2026 semakin semarak dengan penampilan Tari Kreasi dari siswa SMP Negeri 4 Purworejo serta Tari Cing Po Ling, salah satu Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Purworejo yang menjadi kebanggaan daerah.
Dalam prosesi jamasan tersebut, sejumlah pusaka bersejarah yang dijamas meliputi Pusaka Raden Adipati Arya Cokronagoro, pusaka para Bupati Purworejo, serta koleksi pusaka Museum Tosan Aji. Pusaka-pusaka tersebut merupakan bagian penting dari jejak sejarah perjalanan Kabupaten Purworejo yang harus terus dirawat, dijaga, dan dilestarikan sebagai identitas budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap semangat pelestarian budaya dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga warisan leluhur tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi generasi masa depan. (nj)


