Iklan

Limbah Sapi Disulap Jadi Pupuk Bernilai Jual, Kagama dan Mahasiswa KKN UGM Bangkitkan Ekonomi Petani Karangrejo

KABAR KEMIRI
Minggu, 11 Januari 2026, 12:01 WIB Last Updated 2026-01-11T05:23:08Z
Limbah Sapi Disulap Jadi Pupuk Bernilai Jual, Kagama dan Mahasiswa KKN UGM Bangkitkan Ekonomi Petani Karangrejo

PURWOREJO — Limbah kotoran sapi yang selama ini kerap dipandang sebagai masalah lingkungan kini justru menjadi peluang ekonomi baru bagi petani Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. 

Melalui kolaborasi Pengurus Pusat Kagama Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kelompok Tani Murakabi I, digelar pelatihan pengolahan limbah sapi menjadi pupuk NPK ramah lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Karangrejo tersebut menjadi langkah konkret pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Para petani dibekali pengetahuan dan praktik langsung mengolah kotoran sapi menjadi pupuk NPK yang tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.

Perwakilan Pengurus Pusat Kagama Pemberdayaan Masyarakat, Peni Setyowati, mengatakan program ini dirancang agar masyarakat desa mampu mengelola sumber daya yang ada di sekitarnya secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pupuk pabrikan. Limbah sapi yang melimpah di desa ini bisa diolah menjadi pupuk NPK yang efektif, ramah lingkungan, dan punya nilai jual,” ujar Peni pada Minggu (11/1/2026).

Ia menambahkan, pelatihan tersebut tidak berhenti pada aspek teknis produksi pupuk. Ke depan, Kagama bersama mahasiswa KKN UGM juga mendorong pengemasan dan pemasaran pupuk hasil olahan agar dapat menjadi unit usaha baru bagi kelompok tani.

“Harapannya, pupuk ini tidak hanya dipakai sendiri, tetapi juga dikemas dan dipasarkan. Ini bisa menjadi sumber tambahan pendapatan bagi petani,” katanya.

Kepala Desa Karangrejo, Patnani, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi desa untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis pertanian dan peternakan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain mengurangi limbah, petani mendapatkan ilmu baru dan peluang usaha. Ini bentuk nyata pembangunan desa yang berkelanjutan,” ungkap Patnani.

Sementara itu, mahasiswa KKN UGM yang terlibat dalam kegiatan tersebut menilai program ini menjadi pengalaman berharga karena langsung bersentuhan dengan kebutuhan riil masyarakat desa.

Dengan adanya pelatihan ini, Desa Karangrejo diharapkan mampu berkembang menjadi desa percontohan dalam pengelolaan limbah peternakan sekaligus memperkuat sektor pertanian rakyat. 

Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan warga desa pun menjadi bukti bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (nj)
Komentar

Tampilkan

  • Limbah Sapi Disulap Jadi Pupuk Bernilai Jual, Kagama dan Mahasiswa KKN UGM Bangkitkan Ekonomi Petani Karangrejo
  • 0