
MDSRA Ansor Kemiri Bergerak, Sowan Kiai Jadi Pijakan Menghidupkan Kembali Selapanan
Semangat tersebut mulai dijalankan Pengurus Harian Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) PAC GP Ansor Kecamatan Kemiri. Tidak lama setelah pelantikan, jajaran pengurus mengawali langkahnya dengan tradisi yang telah mengakar kuat dalam kultur Nahdlatul Ulama, yakni sowan kepada kiai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (07/10/2026) di Sanggar Ngelmu Elkaropi, Desa Kerep, Kecamatan Kemiri. Pengurus Harian MDSRA PAC GP Ansor Kecamatan Kemiri sowan ke kediaman KH. Muhajir Khomsun, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Kemiri sekaligus Pengampu Sanggar Ngelmu Elkaropi dan Penasehat PAC GP Ansor Kecamatan Kemiri.
Sowan tersebut bukan sekedar kunjungan silaturahmi. Di dalamnya terdapat ikhtiar untuk memohon doa restu, menyerap nasihat, sekaligus meminta pandangan dalam menentukan arah gerakan MDSRA ke depan.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, organisasi kepemudaan keagamaan dituntut mampu membaca perkembangan tanpa kehilangan akar tradisi. Oleh karena itu, dialog dengan para kiai menjadi bagian penting sebelum berbagai program dirumuskan dan dijalankan.
Dari pertemuan tersebut, salah satu gagasan yang mengemuka adalah menghidupkan kembali kegiatan Selapanan MDSRA GP Ansor Kecamatan Kemiri.
Namun, menghidupkan kembali Selapanan tidak dimaknai hanya sekedar mengulangi kegiatan yang pernah berjalan. Ada semangat untuk menghadirkan format yang lebih segar, komunikatif, dan dekat dengan karakter generasi muda, tanpa menghilangkan substansi utama berupa dzikir, sholawat, ngaji, serta nilai-nilai ke-NU-an.
Selapanan MDSRA ke depan diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan bersholawat, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan kreativitas anak muda.
Ngaji tetap menjadi ruh. Dzikir dan sholawat tetap menjadi fondasi. Sementara diskusi, literasi, teknologi, seni, kreativitas, hingga gagasan-gagasan anak muda dapat menjadi bagian dari wajah baru kegiatan MDSRA.
Dengan konsep tersebut, MDSRA diharapkan mampu menjadi ruang yang membuat kader tetap dekat dengan tradisi sekaligus mampu merespons perkembangan zaman.
Langkah ini juga menjadi ikhtiar Pengurus Harian MDSRA PAC GP Ansor Kecamatan Kemiri untuk menjadikan organisasi tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga hidup secara kultural dan memberikan manfaat nyata bagi kader serta masyarakat.
Sowan kepada kiai menjadi pengingat bahwa setiap gerakan membutuhkan arah, dan setiap langkah perlu dibarengi dengan doa, nasehat, serta pijakan nilai.
Sebuah gagasan mulai dirumuskan. Dari nasihat kiai, sebuah langkah mulai disusun. Dan dari semangat kader muda, MDSRA bersiap untuk kembali bergerak. (nj)

