Iklan

Gagas LEPAS, DLHP Purworejo Ajak Masyarakat Kelola Sampah Jadi Berkah

Lathif Mandala P
Kamis, 25 Juni 2026, 20:32 WIB Last Updated 2026-06-25T13:32:35Z


Gagas LEPAS, DLHP Purworejo Ajak Masyarakat Kelola Sampah Jadi Berkah



Purworejo – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo menggelar Layanan Edukasi Pengelolaan Sampah (LEPAS), di TPA Sampah Purworejo, Desa Jetis, Kecamatan Loano, pada Kamis (25/06/2026). Inovasi ini digagas sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat tentang urgensi pengelolaan sampah, serta memberikan edukasi peningkatan nilai ekonomi dari pemanfaatan sampah organik.


Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah instansi lintas sektor, antara lain DLHP, Dinkominfostasandi, Dindikbud, Dinkesda, DPPPAPMD, Dinsosdaldukkb, DINKUKMP, Dinporapar, serta tokoh masyarakat.


Sekretaris DLHP Kabupaten Purworejo, Ir. Adjie Nur Hidajat, S.T., M.T., menyampaikan bahwa melalui inovasi LEPAS, DLHP berkomitmen untuk menjawab tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah, yaitu proses edukasi masyarakat.


"Inovasi ini bertujuan membangun kesadaran dan kepedulian publik. Masyarakat perlu mengetahui bahwa sampah, khususnya sampah organik, memiliki nilai manfaat ekonomi produktif, maka kita tunjukkan cara mengolahnya di sini," ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan, tata kelola sampah merupakan pekerjaan rumah bersama yang memerlukan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tanggung jawab DLHP semata.


"TPA seharusnya hanya diposisikan sebagai alternatif paling akhir dalam mata rantai pengelolaan sampah. Oleh karena itu, penanganan utama harus digalakkan sejak dari hulu melalui edukasi pemilahan sampah dari rumah maupun lingkungan kantor masing-masing," ujarnya.


Kabid Pengelolaan Persampahan DLHP Purworejo, Sigit Heru Waluyo, SKM., menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran dan lahan milik pemerintah daerah menuntut adanya solusi nyata demi memperpanjang umur pakai TPA. Inovasi LEPAS ini menawarkan metode edukasi yang murah, simpel, namun berdampak signifikan.


"Setiap individu adalah penghasil sampah. Sampah tidak boleh dibiarkan terus menumpuk, sampah harus kita kelola secara organik agar barang yang dianggap sudah tidak digunakan bisa memiliki daya guna kembali," ujar Sigit.


Melalui kegiatan ini, para peserta diajak melihat langsung kondisi riil TPA, serta diperkenalkan pada potensi pemanfaatan limbah secara nyata, mulai dari proses pembuatan kompos, eco enzyme dan POC (Pupuk Organik Cair), resapan biopori, hingga budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly).


Inovasi LEPAS ini mengajak sinergi dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, PKK, ibu rumah tangga (IRT), hingga komunitas. Dengan adanya edukasi pengelolaan yang baik langsung dari sumbernya, diharapkan volume penambahan sampah dapat dicegah sejak awal, sehingga residu serta polusi yang berakhir di TPA dapat berkurang secara signifikan.



Komentar

Tampilkan

  • Gagas LEPAS, DLHP Purworejo Ajak Masyarakat Kelola Sampah Jadi Berkah
  • 0