Iklan

Menyulam Jejak Ruhani: Ziarah Muassis NU sebagai Konsolidasi Batin Warga Nahdliyyin

KABAR KEMIRI
Sabtu, 17 Januari 2026, 21:59 WIB Last Updated 2026-01-17T14:59:17Z

Menyulam Jejak Ruhani: Ziarah Muassis NU sebagai Konsolidasi Batin Warga Loano

PURWOREJO – Di tengah arus modernisasi organisasi, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Loano memilih memulai tahun 2026 dengan kembali ke akar terdalam Nahdlatul Ulama: ruhaniyah dan sanad perjuangan. Melalui Ziarah Wali dan Muassis NU ke Jawa Timur hingga Batuampar, Sumenep, Kamis (16/01/2026), MWC NU Loano tidak sekadar melakukan perjalanan fisik, tetapi juga menyusun ulang orientasi batin organisasi.


Ziarah yang menapaki jalur Maron, Solotiyang, Ngadiwongso, Bangkalan, Batuampar, Ampel, Mojoagung, hingga Tebuireng ini menjadi medium refleksi kolektif atas perjalanan panjang NU. Setiap makam wali dan muassis bukan hanya titik singgah, melainkan ruang kontemplasi untuk merawat nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan daya juang yang diwariskan para pendiri NU.


Pusat spiritual kegiatan berada di Batuampar, Sumenep. Di tempat inilah, MWC NU Loano menorehkan catatan khusus dengan khataman Al-Qur’an 30 juz sebanyak 21 kali. Bukan sekadar angka, khataman ini dimaknai sebagai ikhtiar menanamkan energi doa bersama agar setiap langkah organisasi ke depan berpijak pada keberkahan, bukan semata capaian administratif.


Ziarah ini juga menjadi ekspresi syukur atas lunasnya tanah dan rampungnya pembangunan Gedung MWC NU Loano. Namun lebih dari itu, kegiatan ini dipahami sebagai peneguhan niat: bahwa gedung bukan hanya bangunan fisik, melainkan pusat khidmah yang harus dihidupi dengan nilai spiritual para muassis.


Rois Syuriah MWC NU Loano, KR. Muhammad Sholeh Charis (Gus Sholeh), menegaskan bahwa kekuatan NU tidak lahir dari struktur semata, tetapi dari doa dan tawassul yang terus dijaga lintas generasi. Spirit inilah yang diyakini menjadi penggerak utama keberhasilan perjuangan warga NU Loano.


Antusiasme ratusan pengurus ranting, Banom NU, serta warga dari Loano dan kecamatan sekitar menunjukkan bahwa ziarah ini telah menjelma menjadi ruang kebersamaan lintas wilayah, memperkuat rasa memiliki terhadap NU sebagai rumah besar perjuangan umat.


Ketua Panitia, Muh Heriyanto, menyampaikan harapan agar kegiatan serupa terus dirawat sebagai tradisi organisasi. Menurutnya, ziarah bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menyiapkan mental dan spiritual warga NU dalam menyongsong satu abad NU dan melangkah menuju abad ke-2.


Melalui ziarah ini, MWC NU Loano seakan menegaskan satu pesan penting: kemajuan organisasi akan kokoh jika bertumpu pada akar spiritual yang kuat. (nj)

Komentar

Tampilkan

  • Menyulam Jejak Ruhani: Ziarah Muassis NU sebagai Konsolidasi Batin Warga Nahdliyyin
  • 0