![]() |
| Ekoteologi dan Kearifan Lokal Warnai Gerakan Tanam Pohon Nahdliyin di Menoreh Menuju Abad Kedua NU |
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan penanaman berbagai jenis pohon yang memiliki nilai ekologis dan historis, di antaranya ficus, beringin kuzi, beringin benyamin, beringin iprik, liar wilodo, loa, gayam (gatep), awar-awar, hingga kepuh. Penanaman dilakukan bersama warga Menoreh dengan melibatkan berbagai elemen NU, mulai dari lembaga, badan otonom, hingga relawan kebencanaan.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, H. M. Tashilul Manasik (Gus Ahil), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan tanggung jawab kolektif Nahdliyin dalam merawat bumi.
“Pagi hari ini saya bersama sahabat-sahabat BAGANA Banser, Ketua PAC Ansor Kaligesing, dan sahabat-sahabat lainnya hadir bersama-sama dalam giat asuh bumi. Kita menanam pohon untuk Abad Kedua Nahdlatul Ulama, untuk merawat jagat menuju kebaikan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Tengah, Abdul Gani, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan prinsip pertanian dan pembangunan berkelanjutan.
“Kelestarian alam ini tujuannya bukan hanya untuk kita nikmati sendiri, tapi agar anak cucu kita kelak juga ikut merasakan manfaatnya. Jangan sampai kita hanya ingin panen, tapi tidak mau menanam,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kearifan lokal dan tradisi para wali yang kerap menanam pohon di kawasan petilasan atau makam, sebagai simbol perawatan alam sekaligus spiritualitas.
Sementara itu, Suroto, Lurah Kaligono, Kaligesing, mengapresiasi program PCNU Purworejo yang dinilainya sangat menyentuh hingga ke tingkat desa.
“Kebetulan di Desa Kaligesing ini ada makam yang sangat dikeramatkan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kelestarian lingkungan, khususnya di sekitar makam, tetap terjaga. Kami mengucapkan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Rais PCNU Kabupaten Purworejo dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Kaligono yang telah memfasilitasi kegiatan. Ia mengajak seluruh hadirin membuka program dengan doa.
“Mari kita buka program ini dengan bismillah, semoga mendapat ridho dari Allah SWT,” tuturnya.
![]() |
| Ekoteologi dan Kearifan Lokal Warnai Gerakan Tanam Pohon Nahdliyin di Menoreh Menuju Abad Kedua NU |
Ketua Lesbumi PCNU Purworejo, K. Ahmad Hanafi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program asuh bumi yang berfokus pada konservasi lingkungan, khususnya di kawasan makam-makam yang dikeramatkan di wilayah Purworejo.
“Tujuan kegiatan ini adalah menjaga alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. Apa yang kita tanam hari ini mudah-mudahan bermanfaat, tidak hanya sekarang, tetapi juga untuk anak cucu kita kelak,” pungkasnya.
Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Sobo Punden Kaligesing dan malam harinya digelar Selapanan Setu Pahingan TULADHA #4 dengan tema “Bincang Ekoteologi: Antara Air, Tanah, dan Iman”, yang terbuka untuk umum.
Gerakan ini menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo dalam merawat alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral, sosial, serta spiritual Nahdliyin menuju abad kedua NU. (nj)



